Meski tidak sepopuler kota-kota wisata lain, Solo merupakan salah satu kota yang banyak didatangi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Banyak tempat wisata di Solo yang menarik untuk dijelajahi. Apa saja objek-objek wisata di kota yang dijuluki The Spirit of Java ini? Berikut beberapa di antaranya.

Keraton Surakarta

Solo merupakan salah satu kota yang cukup kental dengan budaya Jawa. Hal ini tak lepas dari sejarah kota ini yang dulunya merupakan pusat kerajaan.

Oleh karena itu, mengunjungi Keraton Surakarta harus Anda masukkan ke dalam agenda liburan di kota ini.

Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat didirikan oleh Sunan Pakubuwono II pada tahun 1744 dengan mengambil gaya arsitektur Jawa dan Eropa.

Hingga saat ini, keraton yang terletak di Jalan Sidikoro, Pasar Kliwon ini masih difungsikan sebagai kediaman raja.

Anda bisa berkunjung pada hari Senin–Kamis pukul 09.00–14.00 WIB atau Sabtu–Minggu pukul 09.00–15.00 WIB. Setiap hari Jumat, tempat ini tertutup untuk wisatawan.

Pusaka kerajaan, senjata dan benda-benda kuno, serta kereta kencana adalah sebagian koleksi yang bisa Anda lihat di sini.

Selain membayar tiket masuk sebesar Rp15.000, Anda wajib mematuhi peraturan yang berlaku, seperti tidak boleh mengenakan celana pendek, kaca mata hitam, topi, sandal jepit, dan jaket.

Merokok atau membawa makanan ke dalam kompleks keraton juga tidak diperkenankan di tempat ini.

Pura Mangkunegaran

Dari Keraton Surakarta, arahkan perjalanan Anda ke Jalan Ronggowarsito, Keprabon, untuk mengunjungi Pura Mangkunegaran.

Sesuai namanya, pura, yang dalam bahasa Jawa Kuno berarti “istana” ini akan membuat Anda kagum dengan keindahan bangunan kunonya, terutama saat malam hari.

Begitu masuk, Anda akan disambut halaman luas dan sebuah bangunan bergaya Eropa bertuliskan “Kavalerie-Artillerie” yang merupakan pusat pasukan berkuda.

Selanjutnya, Anda akan melihat sebuah pendopo berarsitektur Jawa-Eropa yang biasa digunakan sebagai tempat pertunjukan tari dan wayang.

Bangunan penting lainnya adalah Pringgitan, tempat keluarga kerajaan tinggal, dan Rekso Pustoko, tempat penyimpanan koleksi benda-benda kerajaan yang dipercaya berasal dari Kerajaan Mataram dan Majapahit.

Perjalanan ke masa lalu ini bisa Anda lakukan dengan membayar tiket masuk Rp10.000,00.

Museum Radya Pustaka

Wawasan mengenai budaya Jawa juga bisa Anda perdalam dengan mengunjungi Museum Radya Pustaka, salah satu museum tertua di Indonesia.

Berbagai benda yang berkaitan dengan tradisi Jawa, seperti arca tua, gamelan, wayang, dan ukiran bisa Anda temukan di sini.

Berada di jalur utama Kota Solo, yaitu di Jalan Slamet Riyadi, Sriwedari, Laweyan, tak sulit untuk menemukan museum ini.

Hanya bermodalkan Rp5.000 untuk membeli tiket masuk, Anda bebas mengeksplorasi museum yang dibuka setiap hari Selasa–Minggu dari pukul 08.30 sampai 13.00 WIB.

Benteng Vastenburg

Wisata sejarah selanjutnya yang ada di Kota Solo adalah Benteng Vastenburg yang merupakan peninggalan zaman kolonial Belanda.

Benteng ini dibangun pada tahun 1774–1779 atas perintah Gubernur Jenderal Baron van Imhoff dengan tujuan untuk mengontrol pemerintahan Keraton Surakarta.

Benteng bersejarah ini kini masih berdiri kokoh di Jl. Jenderal Sudirman, Kedung Lumbu, Pasar Kliwon dan menjadi sarana bagi masyarakat untuk mempelajari sejarah bangsa dan menumbuhkan nasionalisme.

Untuk memasukinya, pihak pengelola memberlakukan tiket masuk sebesar Rp5.000,00.

Monumen 45 Banjarsari

Kota Solo pernah mengalami peristiwa heroik di masa penjajahan Belanda, yaitu Serangan Empat Hari yang dilancarkan pada tanggal 7–10 Agustus 1949.

Untuk mengenang peristiwa tersebut, dibuatlah sebuah monumen yang dinamakan Monumen 45 Banjarsari.

Masyarakat sekitar menyebut tempat ini sebagai Taman Monjari. Penataan taman ini cukup rapi, fasilitasnya pun memadai, seperti jalur pedestrian, air mancur, taman bermain, dan hutan kota.

Dibangun di Kelurahan Banjarsari, monumen ini bebas dikunjungi siapa saja tanpa dipungut biaya.

Taman Sriwedari

Taman ini menjadi salah satu ikon Kota Solo yang sangat populer. Dibangun di Jalan Brigjen Slamet Riyadi, Laweyan, taman hiburan rakyat ini terbuka bagi siapa saja yang ingin menyaksikan atraksi kesenian dan hiburan, mulai dari pertunjukan wayang orang, pentas musik, hingga dance modern.

Dengan fasilitas pelengkap seperti wahana permainan seru, restoran, dan stand-stand penjual cinderamata, rasanya tak rugi merogoh kocek sebesar Rp12.000 untuk membayar tiket masuk. Anda juga bisa menikmati malam di sini karena taman ini buka dari pukul 10.00 hingga 22.00 WIB.

Taman Balekambang

Bujet terbatas bukan halangan untuk berekreasi bersama keluarga. Di Solo, Anda sekeluarga bisa puas bersantai, bermain, dan menikmati rindangnya pohon-pohon tua di Taman Balekambang di Jl. Balekambang No. 1 Manahan, Banjarsari, secara gratis.

Taman ini pada mulanya dibangun sebagai persembahan dari Mangkunegoro VII untuk kedua putrinya.

Kini, taman ini menjadi tempat favorit warga Solo untuk sekadar duduk santai di bangku taman sambil memandangi hewan-hewan jinak, seperti rusa, angsa, ayam hias, kalkun, dan hewan lucu lainnya.

Kampung Batik Kauman & Laweyan

Selain Pekalongan dan Yogyakarta, Solo juga menjadi salah satu sentra batik terkenal di Indonesia. Di kota ini terdapat banyak pabrik tekstil yang menunjang pengembangan industri batik.

Penasaran dengan proses pembuatan batik dari awal hingga menjadi produk siap jual? Datang saja ke kampung batik.

Ada dua kampung batik yang terkenal, yaitu di Kauman dan Laweyan.

Dahulu, kampung batik ini merupakan tempat pembuatan batik khusus untuk keluarga kerajaan.

Kini, di tempat ini, Anda akan menemukan rumah-rumah tempat memproduksi dan menjual batik serta showroom yang lebih modern.

Museum Batik Danar Hadi

Batik Solo terkenal memiliki kualitas tinggi dengan motif cantik dan kain yang halus. Salah satu merek batik terkenal yang namanya sudah dikenal hingga ke mancanegara adalah Danar Hadi.

Tak cukup hanya memproduksi, perusahaan yang memproduksi batik Danar Hadi pun kemudian mendirikan museum.

Museum Batik Danar Hadi didesain dengan sangat menarik dan elegan. Bangunannya kental dengan nuansa Jawa-Eropa, halamannya luas dan sejuk, dan koleksi batik ditata dengan sangat apik.

Ada sekitar 10.000 lembar batik yang disimpan di museum yang didirikan tahun 2002 ini.

Selain melihat-lihat koleksi batik, dengan membayar tiket masuk Rp35000, pengunjung juga bisa mencoba membuat batik, baik cap maupun tulis, di workshop yang disediakan.

Anda tertarik? Datang saja ke Jl. Brigjend Slamet Riyadi No. 261, Laweyan.

Agrowisata Sondokoro

Puas dengan wisata sejarah dan budaya, saatnya Anda menikmati keindahan alam Kota Solo.

Hanya berjarak 5 km dari Kota Solo, tepatnya di Jl. Mangkunegara, Bojonegoro, Tasikmadu, sebuah objek wisata perkebunan siap menyuguhkan pemandangan yang asri dan sejuk.

Agrowisata Sondokoro, nama objek wisata ini, dibuka pukul 08.00–17.00 WIB dan mematok harga tiket masuk yang sangat terjangkau, Rp5.000,00 per orang di luar biaya parkir.

Tak hanya pemandangan alam, Anda juga bisa menikmati fasilitas kolam renang, fish therapy, pijat refleksi, dan flying fox.

Pasar Klewer

Di beberapa kota di Indonesia, objek wisata bukan hanya berupa bentang alam yang indah atau wahana rekreasi seru.

Sebuah pasar pun bisa menjadi tujuan wisata yang populer karena memiliki daya tarik tersendiri. Salah satunya ada di Solo, yaitu Pasar Klewer, tak jauh dari Alun-Alun Lor.

Pasar Klewer dibangun sejak tahun 1942 dengan mengambil lokasi di Jl. Dr. Radjiman. Keistimewaan pasar ini adalah merupakan pusat batik terbesar di Asia.

Tak hanya batik Solo, pasar ini juga menjual batik dari daerah lain dan kain-kain lain selain batik.

Ngarsopuro Night Market

Kota Solo tidak hanya menawarkan sarana hiburan dan rekreasi di siang hari. Saat malam tiba pun, Anda bisa menikmati kenyamanan kota ini dengan mengunjungi Ngarsopuro Night Market yang terletak di ruas Jalan Diponegoro, Keprabon, Banjarsari.

Anda bisa menyambangi pasar ini mulai pukul 16.00 hingga pukul 11.00 WIB. Selain untuk berwisata belanja, Ngarsopuro Night Market juga tempat yang tepat untuk memanjakan lidah.

Beragam kuliner khas Solo yang mengundang selera disajikan di tempat yang ditata dengan sangat apik ini.

Pasar Antik Triwindu

Selain Pasar Klewer, ada satu pasar lain yang tak kalah menarik, khususnya bagi para pecinta benda-benda kuno: Pasar Antik Triwindu namanya.

Didirikan di Jl. Diponegoro, Keprabon, pasar ini tak boleh dilewatkan jika Anda mengaku sebagai seorang pecinta barang antik.

Batik, lukisan, uang dan koin, ornamen wayang di papan antik, dan onderdil otomotif yang masih serba langka adalah sebagian jenis barang antik yang bisa Anda temukan di sini. Uniknya lagi, di sini, para penjual juga menerima pembayaran dengan sistem barter.

Taman Cerdas Jebres

Kalau Yogyakarta punya Taman Pintar, di Solo ada Taman Cerdas. Meskipun memiliki sedikit perbedaan konsep, kedua taman ini mengusung misi yang sama, yaitu memperkenalkan sains kepada anak-anak (dan orang dewasa) melalui eksperimen-eksperimen yang menyenangkan.

Taman Cerdas di Kota Solo tersebar di beberapa kelurahan dan menjadi destinasi wisata murah meriah, tetapi sangat bermanfaat.

Salah satu yang cukup populer adalah Taman Cerdas di Kelurahan Jebres. Berbagai sarana edukasi dibuat di lahan seluas lebih dari 2.000 hektare.

Di taman ini terdapat panggung terbuka untuk media aktualisasi anak, beberapa patung tokoh pewayangan, juga relief dan patung beberapa tokoh nasional, seperti Ir. Soekarno, Bung Hatta, dan tentu saja Ki Hajar Dewantara.

Selain itu, ada juga patung dinosaurus dan manusia purba yang juga menjadi spot foto seru. Di dinding sebelah selatan aula taman, terdapat lukisan 3D bertema gajah, angkasa, burung, dan buku. Adapun di bagian lantai, terdapat lukisan 3D berupa panorama kehidupan bawah laut yang memesona.

Agar taman ini dapat diakses dan memberikan manfaat yang seluas-luasnya bagi masyarakat, pengelola tidak mematok harga tiket terlalu mahal, bahkan sangat terjangkau, yaitu Rp5.000.

Tunggu apa lagi, ajak putra-putri Anda ke Jl. Ki Hajar Dewantara RT 02/RW 05 Jebres, tempat taman ini berada.

Kebun Binatang Taru Jurug

Jika Anda berkesempatan mengunjungi Solo bersama keluarga, tak ada salahnya mengunjungi Kebun Binatang Taru Jurug di Jalan Ir. Sutami No. 40, Jebres.

Usia kebun binatang ini sudah cukup tua, didirikan sejak tahun 1939 dengan konsep wisata alam dan edukasi.

Tiket masuk ke kebun binatang ini sangat terjangkau, yaitu Rp15.000–Rp20.000 per orang.

Selain aneka satwa, tempat ini dilengkapi fasilitas berupa taman bermain, kereta mini, dan pertunjukan seni.

Pepohonan akasia, trembesi, pinus, dan cemara membuat suasana di area kebun binatang terasa teduh.

Dengan begitu banyaknya tempat wisata di Solo, tak salah jika Anda memilih kota ini sebagai tujuan wisata bersama keluarga.

Mengingat kota bernama resmi Surakarta ini tidak terlalu besar, Anda bisa menghemat waktu karena bisa berwisata ke beberapa tempat dalam satu hari. Selamat berlibur!

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *